KENANGAN
Karya Aurellia Tanica
Deru ombak berlari kian kemari
Nyiur bergoyang menari-nari
Angin semilir membelai rambutku
Mentari pagi terbit nan ayu
Saat itu. . . terlintas sebuah kisah
Kisah jauh sebelum masa ini
Terbingkai dalam sebuah gambar kehidupan
Lukisan pilu dan kepedihan
Entah mengapa waktu cepat berlalu
Gambar kehidupan pun telah berubah
Berubah menjadi nostalgia
Yang terkukir dalam butir kenangan
Hi guys!! This is my blog. I share anything that I would like to share. Feel free to give comments! :) Please kindly follow @aurelliatanica on Instagram & tiktok! instagram.com/aurelliatanica tiktok.com/@aurelliatanica
Sunday, September 11, 2016
Saturday, September 10, 2016
Teenagers are too young to teach other people about anything! Do you agree?
FCE Writing: Exercise 1 (Part 1)
Topic: ‘Teenagers are too young to teach other people about anything!’
Do you agree?
Age
doesn’t measure how wide your knowledge is. It seems that people tend to
underestimate those who are younger than them simply because they think they’re
older and have more experience, however they are not totally right.
As
we know, technology is getting more advanced today. It enables us to access any
information easily. Youngsters are the ones who get the most benefits out of it
because they’re more adaptable to the advancement of technology. As a result,
they become much more knowledgeable than teens in the past. They’re the group
who utilize technology most.
Not
only that, environment also influences teens’ maturity, which result in their
ability to solve problems and the way they think hence, many of them become
very capable to share their knowledge to others.
Somehow,
we can’t belittle others despite their age because every of us have our own
potentials and uniqueness. The Bible says do not despise someone because he is
young yet be an example in your attitude, words, etc.
Adolescents
are obviously not too young to share their knowledge to others. They are fast
learners, teachable, and eager to learn new things. Therefore, teaching older
people is very possible and adults whether they like it or not, they have to
learn to accept this reality.
Words: 213
Aurellia
Tanica Indrawan
12 Science
Friday, November 14, 2014
Opini kurikulum 2013
Kurikulum 2013
Pada
masa sekolah saat ini, kurikulum yang diterapkan merupakan K13 (Kurikulum
2013). Kurikulum tersebut merupakan kurikulum baru yang dikeluarkan oleh
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang menggantikan KTSP (Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan). K13 telah melalui uji coba pada tahun 2013 dan
setahun kemudian sudah dapat diterapkan di tingkat SD, SMP, dan SMA.
Pergantian
kurikulum ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kegiatan
belajar di sekolah. Secara spesifik, K13 menaruh perhatian pada 3 aspek, yaitu
pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Menurut beberapa pakar, perubahan
kurikulum dari masa ke masa disebabkan oleh berkembangnya kebutuhan masyarakat
dan meningkatnya tuntutan zaman. Kurikulum yang menekankan cara mengaplikasikan
ilmu dan pendidikan karakter ini diharapkan dapat membimbing siswa di dalam
kehidupan bermasyarakat dan menghasilkan masa depan yang cerah serta memajukan
bangsa dan negara.
Dalam
penerapan kebijakan baru pasti terdapat kelebihan maupun kekurangan, begitu
pula dengan K13. Suatu sistem baru tidak dapat langsung menggantikan sistem
lama yang sudah ada selama bertahun - tahun (KTSP telah menjadi kurikulum
Indonesia selama kurang lebih 6 tahun), sehingga memiliki kelemahan dalam
pelaksanaanya.
Berikut merupakan
beberapa kekurangan K13 :
1.
K13
bertolak belakang dengan Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dikarenai penekanan pengembangan kurikulum itu hanya
berpatokan pada orientasi pragmatis.
2.
Saat perancangan dan pengembangan K13, guru
tidak dilibatkan secara langsung, padahal guru mempunyai peran penting dalam
pelaksanaan pendidikan. Pemerintah melihat seakan - akan guru dan siswa
memiliki kapasitas yang sama satu dengan lain.
Salah
satu bukti kelemahan K13 adalah pendistribusian buku paket yang tidak merata.
Setidaknya baru sekitar 70% sekolah yang sudah menerima buku paket pada tanggal
3 Agustus 2014. Ini pun tidak bersamaan, melainkan bertahap, sehingga ada yang
telat menerimanya. Proses pencetakan ini terlambat karena perusahaan yang
mencetak buku K13 ingin menkonfirmasikan pesanan sekolah terlebih dahulu.
Ketidaksediaan buku mengakibatkan siswa tidak mengetahui materi pembelajaran.
Pelatihan guru mengenai K13 dapat menjadi solusi sementara, tapi ini tidaklah
100% efektif karena guru - guru terbiasa dengan KTSP, dan tanpa buku sebagai
pemandu, penerapan K13 menjadi terhambat.
Selain
mengenai buku, K13 juga memperpanjang waktu sekolah. Jumlah jam sekolah SD yang
tadinya 26 jam per minggu menjadi 36 jam per minggu, SMP bertambah 6 jam, dari
32 jam menjadi 38 jam, dan jam tingkat SMA relatif sama. Setelah dilakukan
interview oleh media berita, didapatkan bahwa siswa dan orang tua kurang
menyetujui perubahan tersebut.
Siswa merasa terbebani, sedangkan orang tua merasa iba terhadap anaknya. Adapun
argumentasi bahwa siswa perlu belajar di luar sekolah, yakni di lingkungan
keluarga dan sosial. Penambahan jam pelajaran membuat kesempatan tersebut
sempit. Hal – hal itu merupakan beberapa kekurangan dari K13.
Tak
hanya kekurangan, ada beberapa kelebihan dari K13, yakni :
1.
K13 mendorong
dan menginspirasi siswa untuk berpikir secara kritis analitis
2.
Mempertinggi
daya serap siswa
3.
Membuat
para siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar
K13
pada dasarnya merupakan kurikulum research
– based yang lebih mementingkan usaha siswa sendiri dan sedikit penjelasan
guru. Meskipun ini bertujuan melatih kemandirian siswa, tetapi hal ini menjadi
beban bagi beberapa dari mereka. Kemampuan setiap siswa tidaklah sama dan tidak
semua siswa memiliki fasilitas yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, pemerintah
diharapkan untuk mempertimbangkan kembali penerapan kurikulum 2013.
Monday, February 3, 2014
The Meaningful Gift I Have Received
Hi guys! As you know that students
here are obliged to write HOTM every month. This month’s highlight of the month
(HOTM) topic is about the meaningful gift that you have given or received. I
choose to write the meaningful gift that I have received. For me, the
meaningful gift that I have received is salvation in Jesus Christ.
Why I said receiving salvation in
Jesus Christ is a meaningful gift that I have received? I said that because my
life has changed when I received and asked Jesus to come and of course stay in
my heart. Salvation is totally free. I received the salvation in Jesus when I
sat in grade 6. I received it when I joined a retreat somewhere in Puncak with
my classmates and other Tunas Bangsa’s students. When I received the salvation,
I felt peace in my heart. It’s really peace and I also felt really happy. At
that time, I also want to have a shout out and jump for Christ. My heart felt like
weightless. It’s so light! No anger, no hatred. Salvation itself means being
saved from danger, loss or harm. It means that we are free from the power of
sin and from hell, the eternal penalty of sins.
Guys, do you know that if we
are truly saved, we can’t lose our salvation. It was not ours to earn and it
was not ours to lose. Just like this verse “My sheep listen to my voice; I know them, and they follow me. I give
them eternal life, and they shall never perish; no-one can snatch them out of
my hand.” John 10:27.
That’s all that I want to share. How
about you? What is the meaningful gift that you have given or received? Is it
about materials? Or something like what I’ve just shared.
Wednesday, January 8, 2014
Hargai Perasaan Orang Lain Dong!
Aku hanya adalah anak yang tidak memiliki seorang ayah. Ayahku telah pergi meninggalkan aku dan ibuku pada usiaku yang baru menginjak 7 tahun. Dahulu, keluarga kami begitu berkelimpahan, tetapi tak disangka keadaan berubah begitu cepat. Sejak kepergian ayahku, kehidupan kami menjadi sangat sengsara.
"Ayah!! Ayah!! Mengapa kau tega meninggalkan kami?" teriakku sambil menangis tersedu - sedu. "Sudahlah nak, mungkin ini yang terbaik bagi kita. Biarkan saja dia pergi." jawab ibuku. Karena ibuku tak mampu menyekolahkanku, maka aku merelakan diriku yang kecil ini untuk bekerja supaya aku tetap dapat bersekolah. Aku bergegas pergi untuk melamar pekerjaan sebagai pembantu di rumah mewah yang terletak di sebrang rumahku. Syukurlah, ternyata pemilik rumah tersebut memerlukan tenagaku. Setelah diterima sebagai pembantu, aku langsung bergegas pulang ke rumahku dan menceritakan hal yang menyenangkan ini kepada ibuku. Ibuku hanya berkata "Oh, begitu ya nak. Kalau emang kamu ingin bekerja untuk melanjutkan sekolahmu, Ibu akan mendukungmu. Sebelumnya, maaf ya karena Ibu tidak bisa membantumu." "Ya Bu, aku mengerti keadaan ibu yang sekarang." jawabku. Setelah itu, aku pamit kepada ibuku dan pergi untuk bekerja di rumah mewah tersebut.
Pemilik rumah tersebut memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik bernama Stephanie. Meskipun ia sangat cantik, ia memiliki sifat buruk, yaitu sangat manja dan suka membentak - bentak orang lain. Stephanie berumur 1 tahun lebih muda dariku. Suatu pagi.... "Mba Julia!! Mba Julia!! Kaus kakiku dimana?? Bentar lagi aku telat nih!!" teriak Stephanie. "Di... Di.... Disini non.. Maaf, tadi aku lupa meletakkannya disamping sepatumu." balasku lembut. "Iya. Awas ya kalau lain kali Mba gini lagi. Aku bakal suruh papi dan mamiku untuk mecat Mba." balas Stephanie ketus. "Iya non.." jawabku lembut. Setelah itu, aku mengatarkan Stephanie keluar untuk masuk ke dalam Limousinenya. Itulah pekerjaanku sehari - hari. Suatu ketika, Tuan John memanggilku dan mengajakku untuk bercakap - cakap sebentar. Aku sangat terkejut mendengar apa yang keluar dari mulut beliau! Ia berkata bahwa ia akan menyekolahkanku di sekolahnya Julia karena aku telah bekerja sepenuh hati. Tak henti - hentinya ungkapan terima kasih keluar dari mulutku karena begitu gembira.
"Papa!! Stephanie pulang!!" teriak Stephanie sambil memeluk papa tercintanya. "Halo anakku tercinta!! Papa punya berita bagus loh!" jawab Papa Stephanie. "Berita apa Pa?" tanya Stephanie kegirangan. "Ituloh.. Si Julia akan bersekolah denganmu juga Steph!" jawab Papa Stephanie. "APAAA???" teriak Stephanie terkejut. "Iya.. Beritanya sungguh bagus kan?" jawab Papa Stephanie. "Uuumm.. Iyaiya.." balas Stephanie sedih. Keesokan harinya....
"Stephanie, Julia!" Hari ini papa yang antar kalian ke sekolah ya!" ungkap Papa Stephanie. "Oke.." jawab Stephanie dan Julia. "Steph, Julia kan anak baru, kamu tolong temenin dia ya nanti." kata Papa Stephanie. "Iya Pa.. Iya.." sahut Stephanie. Sewaktu di sekolah..
"Hei teman - teman!" Sini deh liat! Ada pembantu sekolah disini loh! HAHAHA." teriak Stephanie. "Haa?? Mana pembantunya?" sahut seorang teman. "Ini loh.. Ini.. Namanya Julia. Dia pembantu! HAHAHA!" jawab Stephanie. "Oh ini ya.. HAHAHA! Dasar pembantu!" jawab teman - teman Stephanie. Julia hanya terdiam saat Stephanie dan teman - temannya mengolok - ngoloknya di depan umum. Air mata mulai menetes dari matanya. Hatinya begitu sakit sewaktu mendengar ejekan - ejekan yang dilontarkan mereka.
5 tahun kemudian...
"Hi Rob!" sapa Stephanie. "Siapa kamu?" tanya Rob. "Aku Stephanie.. Aku pacarmu.. Masa kamu tidak mengenaliku?" jawab Stephanie kebingungan. "Ha? Kamu pacarku? Ga salah tuh? Pacarku itu Julia! Bukan kamu!" balas Rob ketus. "A.. Apa? Ju.. Julia pacarmu?" tanya Stephanie. "Iyalah.. Julia itu pacarku. Dia itu cantik, baik pula. Ga kaya kamu! Kamu cuman cantik doang! Hatimu busuk! Sekarang mataku sudah terbuka!" jawab Rob ketus. Stephanie hanya terdiam dan pergi meninggalkan mereka. Sejak itu, ia baru mengerti bagaimana perasaan orang - orang yang telah ia sakiti dan ia juga tidak pernah melukai perasaan orang lain lagi.
NB : Semoga cerpen aku memberikan moral yang bagus hehe :D Sorry kurang bagus hehe :D
NB : Semoga cerpen aku memberikan moral yang bagus hehe :D Sorry kurang bagus hehe :D
Tuesday, December 31, 2013
Thursday, December 12, 2013
What Motivates You to Grow Your
Talents?
Hey guys! I know that each of you has your own
special talents that have been granted by our father in Heaven, Jesus Christ.
Some of us have one, two, or maybe five talents. In order to maximize our
talents, we must first motivate ourselves to grow our own talents. We must have
the spirit of never give up! Now I am writing about what motivates me to grow
my talents.
First thing that motivates me to grow my talent
is because I want to give my utmost for GOD. I know that He is the one who has
given me all of these talents. I would like to give it back to Him by serving
Him with all of my heart. By doing that, it means that I am really grateful for
what He has given to me. And the fact is…….. I’m really grateful! :D
Secondly, I am motivated because I always want
to be the best. I want to be a great person like Albert Einstein, Thomas Alva
Edison, Bill Gates, and other else. I want to be more expert in my talents.
Because I know that someday it will help me in my works, and it will also give
me a better future.
Seeing those people in needs around me touches
my heart. It is the third thing that motivates me to study harder so that I can
be a doctor that will help their medication. I will also make them healthier so
that they can survive in this world longer. In the future, I want to be a kind
and caring doctor, I do not want to ask money from those poor people for their
medications.
That’s all that motivate me in order to grow my
talents. How about you? What motivates you to grow your talents?
Subscribe to:
Posts (Atom)